Menyelesaikan Medical Check-up atau lebih sering kita dengar Medex dengan hasil memadai merupakan salah satu persyaratan wajib sebelum anda bergabung dengan sekolah penerbangan, baik lokal maupun internasional.

Apakah yang dimaksud dengan Medical Check-up?

Medical Check Up adalah sebuah program pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda serta mendiagnosis dan mendeteksi dini gejala penyakit yang ditemukan. Dalam hal ini sendiri Medical Check-up digunakan untuk memastikan anda sehat dan mampu mengemudikan pesawat.

Sebetulnya tidak hanya ketika anda akan bergabung dengan sekolah penerbangan saja sertifikasi medical check-up diperlukan. Menurut Dr. Taufik Pasya Litaay, MM, Sp.KP selaku Staf Pengajar Program Spesialis Kedokteran Penerbangan, Fakultas Kedokteran UI, Kecelakaan pesawat dapat terjadi karena banyak faktor. Namun, secara umum terdapat tiga faktor umum yang dapat menyebabkan kecelakaan pesawat, yaitu aircraft, human factor, dan environment. Pria yang juga menjadi dokter penerbangan di Garuda Indonesia ini menambahkan, keselamatan penerbangan sangat bergantung pada kondisi pilot dan copilot, termasuk kru lain seperti pramugari dan pengendali lalu lintas udara (air traffic controller). “Yang bisa kita lakukan adalah menangani faktor kualitas pesawat dan manusianya, terutama kesiapan pilot dan kopilot untuk terbang,” kata Taufik. (Source: http://www.ui.ac.id/)

Bahkan ketika anda sudah bergabung dan bekerja dengan maskapai, anda akan harus tetap melakukan tes kesehatan secara berkala. Jadi anda harus terbiasa untuk menjaga kesehatan prima anda sejak dini dan mengikuti Medical Check-up berkala, biasanya setahun sekali.

Dikutip dari website resmi Balai Kesehatan Penerbang yang ditulis oleh dr. Sri Aryani , berikut adalah beberapa tips pra-medex yang bisa anda perhatikan:

  1. Siapkan administrasi; daftar terlebih dahulu NOMOR licence lama (nomor yang paling penting).Jika initial/calon cukup daftar saja.
  2. Sebaiknya datang pagi untuk menghadiri antrian, walapun waktu pendaftaran terakhir adalah jam 10.00, agar sesuai dengan jam puasa yang dilakukan karena jika terlalu lama puasa dapat terjadi hipoglikemia (turunnya kadar gula dalam darah) yang akan membuat badan menjadi lemas.
  3. Puasa 8-10 jam maksimal 12 jam sejak malam hari sampai pengambilan sampel darah,untuk mengetahui kondisi asli kadar gula darah, trigliserida, kolesterol dan asam urat dalam tubuh.Puasa artinya tidak boleh makan dan minum apapun.
  4. Midstream urine, artinya mengeluarkan urin tengah untuk pemeriksaan dilaboratorium.urine yang awal keluar tidak ditampung dahulu untuk menghindari bakteri yang keluar pada urin awal.
  5. Tidur cukup malamnya untuk mendapatkan hasil pemeriksaan mata yang baik dan juga untuk mendapatkan hasil pengukuran tekanan darah yang akurat, karena kurang tidur kadang mempengaruhi tekanan darah seseorang.
  6. Sebaiknya mengenakan pakaian yang sopan dan rapi,tidak memakai sendal jepit dan celana pendek.

Semoga referensi ini dapat bermanfaat untuk anda yang akan menghadapi Medical check-up dan dapat membantu anda mendapatkan hasil yang optimal.

(Source: http://balaihatpen.org/)

Categories: Blog